BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Judul Alat Peraga
Pengamatan hubungan atau interaksi dalam ekosistem
B.
Bidang
Mata pelajaran :
Sains
Kelas/ semester :
VII/Genap
Jenjang :
SMP
Standar Kompetensi :
Memahami saling ketergantungan dalam Ekosistem
Kompetensi Dasar : Menentukan ekosistem dan saling
hubungan anatara komponen ekosistem
C.
Latar Belakang
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan
nasional yaitu dengan cara meningkatan implementasi ilmu pengetahuan (sains)
dalam dunia pendidikan. Hal ini harus lebih ditingkatkan dengan tujuan agar
perkembangan ilmu pengetahuan di dalam pendidikan nasional itu dapat lebih
berkembang secara pesat sesuai dengan
perubahan zaman (era globalisasi). Adapun fungsi dari pendidikan
nasional yaitu untuk menumbuh kembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
demi perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi bangsa atau Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Apresiasi perkembangan kemampuan dapat ditumbuh kembangkan melalui
pemikiran yang kreatif, inovatif dan imajinatif. Hal ini dapat lebih ditekankan
kepada para pendidik ataupun calon pendidik dengan tujuan untuk membina serta
melahirkan bangsa baru yang memiliki kemampuan intelektual yang lebih maju berdasarkan perkembangan zaman.
Suatu pemikiran yang kreatif, inovatif dan imajinatif dalam diri
seorang pendidik kelak mampu membuat suatu trobosan baru di dalam dunia
pendidikan. Hal ini dapat dibuktikan dari sebuah media pembelajaran dalam dunia
pendidikan yang memuat didalamnya “alat peraga media pembelajaran”. Media
pembelajaran yang seperti ini mampu meningkatkan kemauan, keingintahuan serta
kemampuan peserta didik dalam belajar. Mengapa demikian ?
Karena pada dasarnya peserta didik akan lebih mengerti dan paham
tentang apa yang dipelajarinya melalui suatu bukti atau fakta yang konkrit.
Bukti atau fakta itu merupakan salah satu cirri khas yang terdapat pada ilmu
pengetahuan sains, karena segala sesuatu yang berkaitan dengan sains itu ada
pada lingkungan dimana manusia itu tinggal.
Dalam hal ini pembelajaran yang berbasis kehidupan nyata dan praktek
di lapangan merupakan salah satu ciri sains yang harus dikembangkan untuk masa
depan. Bukti nyata dan praktek dilapangan salah satunya dapat dikaji melalui
“alat peraga pembelajaran”.
Melalui Alat Peraga Media pembelajaran ini konsep sains yang sebenarnya
dapat tercapai. Dalam artian alat peraga dapat membantu didalam meningkatkan
daya intelektual dan spiritual peserta didik yang dapat membina kembali manusia
melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar demi kemajuan
generasi sekarang dan yang akan datang. Seperti halnya dalam pembelajaran
mengenai “pengamatan hubungan atau interaksi dalam ekosistem”. Yang dapat
diketahui serta diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.
D.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang masalah di atas, maka kami
dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.
Kreativitas guru sangat
diperlukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan
berdasarkan perkembangan jaman yang dapat meningkatkan profesionalisme guru
terhadap sumber daya manusia yang berkualitas.
2.
Sains merupakan salah satu
pembelajaran yang berbasis dalam kehidupan nyata
3.
Bentuk pembelajaran sains lebih
mengacu pada fakta, konsep dan generalisasi
4.
Sains seharusnya dapat membina manusia
atas nilai dan norma dalam meningkatkan daya intelektual dan spiritual peserta
didik.
E.
Pembatasan Masalah
Dari beberapa uraian yang telah tertera dalam latara belakang
masalah, maka permasalahan dapat dibatasi pada “pengamatan interaksi dalam jarring-jaring
makanan”
F.
Tujuan
Tujuan proposal
pembuatan media alat peraga pembelajaran
ini adalah:
1.
Untuk menumbuh kembangkan
kreatifitas pendidik dan calon pendidik dalam proses belajar mengajar
2.
Sebagai sarana dan acuan yang
praktis dalam pelaksanaan pembelajaran
3.
Sebagai motivasi guru dalam
pembuatan alat peraga pembelajaran.
G.
Kegunaan
Setelah alat peraga ini
dibuat, diharapkan dapat bergunakan untuk :
1.
Mempermudah pelaksanaan
pembelajaran ipa khususnya dalam mempelajari “hubungan interaksi dalam ekosistem”
2.
Meningkatkan pamahaman siswa
tentang tingkatan-tingkatan di dalam ekosistem
3.
Memudahkan guru dalam
menyampaikan materi pembelajaran ipa
4.
Mempermudah siswa dalam belajar
ipa terpadu
5.
Meningkatkan daya saing guru
dalam berkreasi sesuai dengan perkembangan
jaman
BAB
II
DASAR
TEORI, RANCANGAN
(DESAIN) ALAT DAN CARA KERJA ALAT
H.
Dasar Teori
Setiap organisme hidup dilingkungan masing-masing dan
dipengaruhi oleh lingkungannya. Dilingkungan hidupnya, organisme berinteraksi
dengan komponen-komponen lingkungan disekitarnya. Kesatuan interaksi antara
organisme dengan lingkungannya disebut dengan ekosistem. Ekosistem tersusun
atas komponen abiotik dan biotic yang saling berinteraksi.
Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup, yang
terdiri dari air, tanah, udara dan cahaya matahari. Sedangkan komponen biotik
merupakan semua organisme hidup yang ada dilingkungan.
Hubungan atau
interaksi antar komponen ekosistem dapat terjadi antara komponen biotic dan
abiotik maupun abiotik dengan biotik. Hubungan interaksi antar komponen biotic
dan abiotik dalam ekosistem dapat terjadi melalui peristiwa : rantai makanan,
jarring-jaring makanan, piramida makanan
serta arus energi.
Rantai makanan merupakan peristiwa makan dan dimakan
yang digambarkan secara skematis dalam bentuk garis lurus searah dan tidak
bercabang. Rantai makanan terdiri atas : produsen, konsumen, pengurai. Produsen
merupakan kelompok organism yang dapat membuat makanan sendiri atau “Autotrof”.
Komsumen merupakan kelompok organism yang tidak dapat membuat makanan sendiri
“heterotrof”. Sedangklan pengurai merupakan kelompok mikroorganisme yang dapat
menguraikajn senyawa organic dari organism yang telah mati menjadi senyawa
anorganik.
Gambar 1.1 jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan merupakan peristiwa makan dan
dimakan dalam suatu ekosistem sehingga terjadi perpindahan energi tanpa pola
urutan tertentu yang selalu berawal dari produsen dan diakhiri oleh pengurai. Peristiwa makan dan dimakan ini dapat terjadi
pada satu organism ke organisme yang lainnya. Piramida makanan merupakan suatu
piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi jumlah biomasa dan energi
dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem.
I.
Alat dan Bahan
1.
Ttriplek / teakblok (1 lembar)
2.
Gergaji
3.
Lem
4.
Mor dan baut
5.
Spidol
6.
Penggaris
7.
Pensil
8.
Gunting
9.
Pahat
10.
Boor
11.
Cat kayu
12.
Palu
13.
CD bekas 20 buah
14.
Ampelas
15.
Kertas karton
16.
Tali rafia
J.
Rancangan (Desain) alat
1.
Sediakan triplek , CD bekas,
gambar tumbuhan dan hewan serta alat pendukung lainnya.
2.
Potong triplek dengan bentuk
dan ukuran yang telah ditentukan
-
Segilima 2 buah
-
Persegi empat 2 buah
1.
Segi lima dengan ukuran
sisi-sisinya 20 cm
Gambar a. segi lima
2.
Persegi panjang dengan ukuran
sisi-sisinya 20 x 10 x 2 cm
Gambar b. persegi panjang
3.
Persegi panjang dengan ukuran
sisi-sisinya 20 x10 x 2 cm
Gambar c. persegi panjang
K.
Cara pembuatan
1.
Siapkan 20 CD bekas, kemudian
beri background dengan menempelkan stiker gambar hewan yang telah disediakan.
2.
Tempelkan gambar yang fungsinya
sebagai bacground pada triplek segilima,
kemudian lubangi triplek segilima pada setiap sudut yang berdiameter ± 1,5 cm
3.
Lubangi persegi panjang B
menggunakan pahat sesuai dengan lebar persegi panjang C
4.
Rekatkan segi lima pada persegi
panjang c hingga terbentuk seperti :
5.
Masukkan baut pada lubang
disetiap sudut segilima, kemudian bentuk
kertas karton menjadi bentuk tanda panah dan rekatkan pada tali raffia, lalu
ikatkan tali raffia yang berbentuk tanda panah pada masing-masing baut.
6.
Masukkan desain pada no.5 ke dalam papan alas,
sehingga terbentuk seperti gambar sebagai berikut :
7.
Pasang CD bekas bergambar pada masing-masing baut.
L.
Cara kerja
Setelah alat peraga
selesai dibuat maka dapat digunakan dengan cara
“membuka dan memasang masing-masing CD sesuai dengan urutan dalam bentuk
jarring-jaring atau rantai makanan yang akan dipraktekkan”
BAB IV
PENUTUP
M.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa “pengamatan
hubungan atau interaksi dalam ekosistem” perlu dibuat karena :
1.
Dapat mengimplementasikan suatu
fakta atau gejala ekosistem melalui media alat peraga pembelajaran
2.
Dapat menganalisis contoh suatu gejala yang ada disekitar lingkungan
untuk kemudian diterapkan dalam sebuah pembelajaran.
N.
Saran
Sebaiknya
pembuatan media pembelajaran yang seperti ini terus dilakukan dan ditingkatkan
agar dapat lebih meningkatkan kemauan dan kreatifitas peserta didik dalam
belajar. Sekaligus memacu keprofesionalisme pendidik.
DAFTAR
PUSTAKA
Sugiarto teguh dan EnyIsmawati.2008.ilmu pengetahuan alam kelas VII
smp / Mts.jakarta : Departemen Pendidikan Nasiional
Barus, P.K.2003. Fisika Sekolah Menengah Pertama Kelas 7.jakarta :
Balai Pustaka
Kanginan Marthen.1994.IPA Fisika.jakarta : Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar