Minggu, 06 Januari 2013

alat peraga pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Judul Alat Peraga
Pengamatan hubungan atau interaksi dalam ekosistem
B.      Bidang
Mata pelajaran                 : Sains
Kelas/ semester                : VII/Genap
Jenjang                             : SMP
Standar Kompetensi         : Memahami saling ketergantungan dalam Ekosistem
Kompetensi Dasar           : Menentukan ekosistem dan saling hubungan anatara komponen   ekosistem
C.      Latar Belakang
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan nasional yaitu dengan cara meningkatan implementasi ilmu pengetahuan (sains) dalam dunia pendidikan. Hal ini harus lebih ditingkatkan dengan tujuan agar perkembangan ilmu pengetahuan di dalam pendidikan nasional itu dapat lebih berkembang secara pesat sesuai dengan  perubahan zaman (era globalisasi). Adapun fungsi dari pendidikan nasional yaitu untuk menumbuh kembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa demi perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi bangsa atau Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Apresiasi perkembangan kemampuan dapat ditumbuh kembangkan melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan imajinatif. Hal ini dapat lebih ditekankan kepada para pendidik ataupun calon pendidik dengan tujuan untuk membina serta melahirkan bangsa baru yang memiliki kemampuan intelektual yang lebih maju  berdasarkan perkembangan zaman.

Suatu pemikiran yang kreatif, inovatif dan imajinatif dalam diri seorang pendidik kelak mampu membuat suatu trobosan baru di dalam dunia pendidikan. Hal ini dapat dibuktikan dari sebuah media pembelajaran dalam dunia pendidikan yang memuat didalamnya “alat peraga media pembelajaran”. Media pembelajaran yang seperti ini mampu meningkatkan kemauan, keingintahuan serta kemampuan peserta didik dalam belajar. Mengapa demikian ?
Karena pada dasarnya peserta didik akan lebih mengerti dan paham tentang apa yang dipelajarinya melalui suatu bukti atau fakta yang konkrit. Bukti atau fakta itu merupakan salah satu cirri khas yang terdapat pada ilmu pengetahuan sains, karena segala sesuatu yang berkaitan dengan sains itu ada pada lingkungan dimana manusia itu tinggal.

Dalam hal ini pembelajaran yang berbasis kehidupan nyata dan praktek di lapangan merupakan salah satu ciri sains yang harus dikembangkan untuk masa depan. Bukti nyata dan praktek dilapangan salah satunya dapat dikaji melalui “alat peraga pembelajaran”.


Melalui Alat Peraga Media pembelajaran ini konsep sains yang sebenarnya dapat tercapai. Dalam artian alat peraga dapat membantu didalam meningkatkan daya intelektual dan spiritual peserta didik yang dapat membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar demi kemajuan generasi sekarang dan yang akan datang. Seperti halnya dalam pembelajaran mengenai “pengamatan hubungan atau interaksi dalam ekosistem”. Yang dapat diketahui serta diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.


D.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di  atas, maka kami dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.       Kreativitas guru sangat diperlukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan berdasarkan perkembangan jaman yang dapat meningkatkan profesionalisme guru terhadap sumber daya manusia yang berkualitas.
2.       Sains merupakan salah satu pembelajaran yang berbasis dalam kehidupan nyata
3.       Bentuk pembelajaran sains lebih mengacu pada fakta, konsep dan generalisasi
4.       Sains seharusnya dapat membina manusia atas nilai dan norma dalam meningkatkan daya intelektual dan spiritual peserta didik.


E.       Pembatasan Masalah
Dari beberapa uraian yang telah tertera dalam latara belakang masalah, maka permasalahan dapat dibatasi pada “pengamatan interaksi dalam jarring-jaring makanan”



F.       Tujuan
Tujuan proposal pembuatan  media alat peraga pembelajaran ini adalah:
1.       Untuk menumbuh kembangkan kreatifitas pendidik dan calon pendidik dalam proses belajar mengajar
2.       Sebagai sarana dan acuan yang praktis dalam pelaksanaan pembelajaran
3.       Sebagai motivasi guru dalam pembuatan alat peraga pembelajaran.


G.     Kegunaan
Setelah alat peraga ini dibuat, diharapkan dapat bergunakan untuk :
1.       Mempermudah pelaksanaan pembelajaran ipa khususnya dalam mempelajari “hubungan interaksi dalam ekosistem”
2.       Meningkatkan pamahaman siswa tentang tingkatan-tingkatan di dalam ekosistem
3.       Memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran ipa
4.       Mempermudah siswa dalam belajar ipa terpadu
5.       Meningkatkan daya saing guru dalam berkreasi sesuai dengan  perkembangan jaman



BAB II
DASAR TEORI, RANCANGAN
 (DESAIN) ALAT DAN CARA KERJA ALAT

H.      Dasar Teori
Setiap organisme hidup dilingkungan masing-masing dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Dilingkungan hidupnya, organisme berinteraksi dengan komponen-komponen lingkungan disekitarnya. Kesatuan interaksi antara organisme dengan lingkungannya disebut dengan ekosistem. Ekosistem tersusun atas komponen abiotik dan biotic yang saling berinteraksi.
Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup, yang terdiri dari air, tanah, udara dan cahaya matahari. Sedangkan komponen biotik merupakan semua organisme hidup yang ada dilingkungan.
Hubungan  atau interaksi antar komponen ekosistem dapat terjadi antara komponen biotic dan abiotik maupun abiotik dengan biotik. Hubungan interaksi antar komponen biotic dan abiotik dalam ekosistem dapat terjadi melalui peristiwa : rantai makanan, jarring-jaring makanan, piramida makanan  serta arus energi.
Rantai makanan merupakan peristiwa makan dan dimakan yang digambarkan secara skematis dalam bentuk garis lurus searah dan tidak bercabang. Rantai makanan terdiri atas : produsen, konsumen, pengurai. Produsen merupakan kelompok organism yang dapat membuat makanan sendiri atau “Autotrof”. Komsumen merupakan kelompok organism yang tidak dapat membuat makanan sendiri “heterotrof”. Sedangklan pengurai merupakan kelompok mikroorganisme yang dapat menguraikajn senyawa organic dari organism yang telah mati menjadi senyawa anorganik.
 
Gambar 1.1 jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan merupakan peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem sehingga terjadi perpindahan energi tanpa pola urutan tertentu yang selalu berawal dari produsen dan diakhiri oleh pengurai.  Peristiwa makan dan dimakan ini dapat terjadi pada satu organism ke organisme yang lainnya. Piramida makanan merupakan suatu piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi jumlah biomasa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem.

I.        Alat dan Bahan
1.       Ttriplek / teakblok (1 lembar)
2.       Gergaji
3.       Lem
4.       Mor dan baut
5.       Spidol
6.       Penggaris
7.       Pensil
8.       Gunting
9.       Pahat
10.   Boor
11.   Cat kayu
12.   Palu
13.   CD bekas 20 buah
14.   Ampelas
15.   Kertas karton
16.   Tali rafia

J.        Rancangan (Desain) alat
1.       Sediakan triplek , CD bekas, gambar tumbuhan dan hewan serta alat pendukung lainnya.
2.       Potong triplek dengan bentuk dan ukuran yang telah ditentukan
-          Segilima 2 buah
-          Persegi empat 2 buah

 


1.       Segi lima dengan ukuran sisi-sisinya 20 cm
                                                         
                 

Gambar a. segi lima

2.       Persegi panjang dengan ukuran sisi-sisinya  20 x 10 x 2 cm
 
Gambar b. persegi panjang

3.       Persegi panjang dengan ukuran sisi-sisinya 20 x10 x 2 cm
 

Gambar c. persegi panjang


K.      Cara pembuatan
1.       Siapkan 20 CD bekas, kemudian beri background dengan menempelkan stiker gambar hewan yang telah disediakan.

                                                   

2.       Tempelkan gambar yang fungsinya sebagai  bacground pada triplek segilima, kemudian lubangi triplek segilima pada setiap sudut yang berdiameter ± 1,5 cm
      
 



3.       Lubangi persegi panjang B menggunakan pahat sesuai dengan lebar persegi panjang C

 


4.       Rekatkan segi lima pada persegi panjang c hingga terbentuk seperti :
 
                                    

5.       Masukkan baut pada lubang disetiap  sudut segilima, kemudian bentuk kertas karton menjadi bentuk tanda panah dan rekatkan pada tali raffia, lalu ikatkan tali raffia yang berbentuk tanda panah pada masing-masing baut.

                                    




6.       Masukkan  desain pada no.5 ke dalam papan alas, sehingga terbentuk seperti gambar sebagai berikut :

 

7.       Pasang  CD bekas bergambar pada masing-masing baut.                          

 



L.       Cara kerja
Setelah alat peraga selesai dibuat maka dapat digunakan dengan cara  “membuka dan memasang masing-masing CD sesuai dengan urutan dalam bentuk jarring-jaring atau rantai makanan yang akan dipraktekkan”


BAB IV
PENUTUP

M.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa “pengamatan hubungan atau interaksi dalam ekosistem” perlu dibuat karena :
1.       Dapat mengimplementasikan suatu fakta atau gejala ekosistem melalui media alat peraga pembelajaran
2.       Dapat menganalisis contoh  suatu gejala yang ada disekitar lingkungan untuk kemudian diterapkan dalam sebuah pembelajaran.


N.     Saran
Sebaiknya pembuatan media pembelajaran yang seperti ini terus dilakukan dan ditingkatkan agar dapat lebih meningkatkan kemauan dan kreatifitas peserta didik dalam belajar. Sekaligus memacu keprofesionalisme pendidik.





















DAFTAR PUSTAKA
Sugiarto teguh dan EnyIsmawati.2008.ilmu pengetahuan alam kelas VII smp / Mts.jakarta : Departemen Pendidikan Nasiional
Barus, P.K.2003. Fisika Sekolah Menengah Pertama Kelas 7.jakarta : Balai Pustaka
Kanginan Marthen.1994.IPA Fisika.jakarta : Erlangga








Tidak ada komentar:

Posting Komentar